Sunday, November 6, 2011

MODEL PEMBELAJARAN NESTED

A.    PENDAHULUAN
Berawal dari sebuah pertanyaan: Dapat tercapai kecakapan yang multidimensi di antara konsep-konsep dalam satu mata pelajaran?
Pertanyaan tersebut akan terjawab jika kita mengajar menggunakan model “nested” atau “sarang”.
Dalam rangka mengintegrasikan suatu kurikulum, maka dengan mengikuti mata kuliah Pembelajaran Terpadu akan kita pelajari “How to Integrate Curricula” melalui 10 model pembelajaran yang bermuara pada kurikulum terpadu.
Secara garis besar, 3 model pertama dimulai dari sebuah eksplorasi dalam satu disiplin ilmu, yaitu fragmentasi, koneksi, dan sarang. Lima model berikutnya, akan mengintegrasikan beberapa disiplin ilmu. Dan 2 model terakhir, akan mengintegrasikan antara pemelajar sendiri dengan pemelajar-pemelajar lainnya dalam suatu jaringan.

B.     MODEL PEMBELAJARAN NESTED
Dengan mengetahui cakupan setiap mata pelajaran, maka guru dapat mencapai berbagai kecakapan. Misalnya: kecakapan di bidang sosial, kecakapan berpikir, dan kecakapan memahami isi pelajaran secara lebih spesifik.

1.      Apa yang dimaksud dengan Model Pembelajaran Nested?
Suatu gagasan besar yang dikemukakan oleh guru-guru. Dimana mereka menemukan adanya ketimpangan yang sangat jauh antara suatu mata pelajaran dengan mata pelajaran yang lainnya. Di satu sisi ada mata pelajaran yang dapat menumbuhkan berbagai kecakapan berpikir dan berinteraksi, namun dalam mata pelajaran lainnya sangat miskin.  Dengan model nested ini, melalui perencanaan yang matang dan cermat diharapkan tujuan belajar siswa dapat tercapai dengan mudah.


2.      Terlihat Seperti Apa Model Pembelajaran Nested itu?
Misalnya, suatu mata pelajaran dalam sistem kurikulum mempunyai tujuan untuk menjelaskan tentang konsep “sistem”. Maka konsep tersebut harus berorientasi pada dunia nyata, sehingga mudah dipahami oleh siswa bagian per bagian dalam konsepnya. Selanjutnya, guru dalam menyampaikan konsep tersebut harus memasukkan kecakapan berfikir baik dalam sebab maupun akibatnya. Sehingga siswa lebih menekankan pada sebab-sebab dan akibat-akibat sebagai tujuan belajar yang harus dicapai.
Kecakapan yang lain misalnya kecakapan sosial seperti kecakapan bekerja sama harus dimasukkan dan menjadi tekanan khusus selama bekerja sama dalam kerja kelompok di dalam kelas.
Juga dalam hal pembuatan bagan, dapat dimasukkan suatu kecakapan mengorganisasi dalam pembelajaran di kelas.
Dalam menjelaskan suatu materi pelajaran, diharapkan di dalam pikiran guru “bersarang” beberapa kecakapan yang dapat diterapkan dalam pembelajarannya, sehingga memperkaya kandungan isi materi pelajaran tersebut.
Tiga kelompok kecakapan yang dapat dimasukkan dalam pembelajaran dapat kita perhatikan pada tabel berikut ini.
Kecakapan berpikir
Kecakapan sosial
Kecakapan mengorganisasi
1.      memprediksi
2.      menyimpulkan
3.      membandingkan
4.      mengelompokkan
5.      merata-rata
6.      menyusun hipotesa
7.      memprioritaskan
8.      mengevaluasi
1.      mendengar dg perhatian
2.      mengklarifikasi
3.      mengungkapkan
4.      membesarkan hati
5.      menerima gagasan
6.      menolak
7.      pandangan setuju
8.      meringkas
1.      jaringan
2.      diagram Venn
3.      bagan
4.      siklus
5.      bagan setuju / tidak
6.      daftar / matrik
7.      peta konsep
8.      membuat kerangka

Pada tingkat sekolah menengah, kecakapan-kecakapan tersebut dapat diterapkan dalam pelajaran komputer. Misanya dalam menjelaskan program CAD / CAM. Dengan mempelajari program CAD / CAM diharapkan siswa dapat menguasai kecakapan “berfikir ke masa depan”, sehingga dapat merancang desain perabot sekolahnya.

3.      Bagaimana suara perbincangan siswa dengan Model Pembelajaran Nested?
Siswa A menyatakan :  Jika pak Guru bertanya, “apa yang kamu ketahui tentang materi pelajaran yang telah diajarkan kepada kita besok ketika ulangan” Jawabnya bagaimana?
Siswa B merespon     :  Yah! Itu gampang. Materi pelajaran itu khan sudah diulang-ulang 18 kali di kelas.
Siswa A                     :  Tapi sekarang diminta untuk merangkum dan menyatakannya dalam gambar-gambar. Apakah kita tahu apa yang diharapkan dari kita?
Siswa B                      :  Tidak harus begitu. Dalam penguasaan materi pelajaran, pak Guru juga menilai dari perubahan perilaku dan sikap kita.
Siswa A                     :  Yah! Jadi pak guru bisa menilai kita dari banyak sisi ya?   

4.      Kelebihan-kelebihan Model Pembelajaran Nested.
Kelebihan model pembelajaran nested ini adalah pada penggunaan sarang dan tandan sebagai ilustrasi. Dengan model ini, maka isi pelajaran akan lebih kaya dan luas dengan beberapa kecakapan hidup. Misalnya dalam menjelaskan tentang perjuangan kaum veteran. Guru memfokuskan pada bagaimana berfikir tentang strategi perang, maka kecakapan dan gagasan-gagasan lain tanpa disengaja ditemukan dalam pembelajaran tersebut. Intinya bahwa satu mata pelajaran mengandung banyak dimensi.
Hari ini telah memasuki banjirnya informasi. Kurikulum pada umumnya menciptakan jadwal yang padat, hal tersebut merupakan lahan yang subur bagi guru untuk menanamkan berbagai kecakapan hidup di berbagai bidang. Sedangkan dengan model pembelajaran nested, lebih mengutamakan perhatian khusus pada satu hal. Bukan berarti membutuhkan waktu tambahan untuk kerja ekstra dan mengajak guru-guru yang lain bekerja sama. Tetapi seorang guru dapat mengintegrasikan berbagai kecakapan hidup dalam materi pelajarannya, sehingga mempunyai nilai dan makna yang lebih luas.

5.      Sisi Negatif Model Pembelajaran Nested
Beberapa kelemahan Model Pembelajaran Nested adalah jika dalam satu mata pelajaran dituntut untuk menguasai beberapa kecakapan, maka hal itu dapat membingungkan siswa. Tentu saja hal itu terjadi jika pelaksanaan model pembelajaran nested dilakukan asal-asalan. Konsep mata pelajaran yang menjadi prioritas utama menjadi tidak jelas, sebab siswa ditekankan untuk menghadapi banyak tugas dalam satu kesempatan.

6.      Kapan Model Pembelajaran Nested Tepat Digunakan?
Model pembelajaran nested telah diujicobakan oleh beberapa guru untuk menanamkan kecakapan berpikir dan kecakapan bekerja sama dalam suatu mata pelajarannya. Dengan menjaga agar tujuan utama tetap tercapai, sementara dengan menambahkan kecakapan hidup yang lain dengan tujuan supaya tercapai juga kecakapan sosialnya, maka akan memperkaya isi dan makna pelajaran tersebut.
Mengintegrasikan kecakapan berbicara misalnya pada 3 bidang konsep yang terpadu, maka siswa akan dengan mudah menguasai mata pelajarannya sebagai suatu kegiatan yang terstruktur.

C.    PENUTUP
Model pembelajaran nested adalah model pembelajaran di mana dalam mengajarkan satu mata pelajaran tertentu, kita dapat mengintegrasikan beberapa kecakapan hidup yang bersarang dalam mata pelajaran tersebut. Sehingga isi makna dari mata pelajaran itu menjadi lebih kaya dan lebih luas.
Misalnya ketika kita mengenalkan pembelajaran sistem periodik unsur kimia, maka kita juga dapat menambahkan kecakapan tentang segala hal yang terdapat pada tabel periodik unsur tersebut. Kemudian beberapa kecakapan yang lain semisal bagaimana pola lambang unsur dalam penulisannya. Juga bagaimana teknik dan cara mengingat atau menghafalkan unsur-unsur kimia.
Ketika kita membaca novel “the old man and the sea”, maka dapat kita fokuskan bagaimana gaya penulisnya, bahasa yang digunakannya, sikap ketekunan dan kerja sama, juga tentang tumbuhnya gagasan dalam kerja kelompok.
Ketika kita belajar matematika, dalam menjelaskan hal tersebut dapat juga kita ajarkan kecakapan tentang grafik, kemudian bagaimana dari grafik itu kita dapat melukiskan garis berikutnya.
Model pembelajaran nested ini adalah model pertama di mana guru dapat melakukan perencanaan dan merangkai beberapa gagasan yang sejenis dari berbagai bagian dalam satu mata pelajaran.
Demikian paparan kelompok kami, sebatas yang kami pahami dari buku “The Mindful School, How To Integrate The Curricula”. Lengkap dan sempurnanya makalah ini sangat kami harapkan masukan-masukan dari teman mahasiswa lainnya, dan terutama penjelasan dari Prof. Dr. Sri Anitah selaku Dosen Mata Kuliah Pembelajaran Terpadu, Program Pascasarjana Teknologi Pendidikan Universitas Sebelas Maret Surakarta.

No comments:

Post a Comment

Silakan komentar disini